Record Store Day (RSD) di Banjarmasin hadir kembali tahun ini. Record Store Day yang diperingati setiap bulan April memiliki tujuan dan misi utama yakni untuk memberikan umur panjang kepada toko-toko musik dan juga rilisan fisik. Tidak lupa juga para musisi lokalnya, yang diharapkan akan dapat terus berkembang dan merasa terdukung dengan keberadaan Record Store Day.
Beragam agenda dihadirkan untuk meramaikan peringatan tahunan apresiasi rilisan musik fisik, mulai dari: live music, bazaar analog, hingga talkshow. RSD tahun ini diadakan di area Lahan Rawa Wetland Square akhir pekan lalu, dari tanggal 2-4 Juni.
Event ini diinisiasi oleh Komunitas Analog Banjarmasin sebagai ajang silaturahmi bagi para pecinta rilisan fisik untuk melepas kerinduan pada alat-alat musik yang tren di masanya, yakni dari periode tahun 70an hingga 90an. RSD tahun ini juga diharapkan bisa menyentuh pasar generasi milenial hingga gen-z, agar bisa lebih mengenal lagi rilisan-rilisan fisik di jaman dulu.
Berbagai kolektor musik analog ikut meramaikan RSD, seperti; Nawala Equipment, Nara Record, Azis Records, Suryani Ali, Akiong Record, Mahligai Music Collections, Iyus Swara, Bebeb Death Metal, Alex Audio, Beben De- admetal, Locasoul Record, Borneo Musix, A.R.F Shop’s, Endzhu Galery Antik, GP Banjar, KPRM Production, Gory Demajors Banjarmasin, dan sejumlah kolektor lainnya.
Salah satu kolektor sekaligus penjual — Ibu Fahriani, yang sudah berjualan sekitar 2 tahun yang lalu mengatakan, “Memang hobi musik dari dulu, nyanyi, nyantai, putar dari hp karena lebih nyaman. Kalau dari ini (piringan kaset) sejak SMP-SMA sudah kenal alat seperti ini. Paling dengar dari radio, tidak dengarkan langsung dari alatnya,” ucapnya.

“Alhamdulillah ketemu orang baru, ketemu komunitas lain, bukan hanya kaset saja tapi juga ada mainan, baju dan DJ. Harapannya semoga event yang akan datang lebih bervariatif dan lebih seru lagi. Semoga tidak hanya yang tua-tua saja, tapi juga menyasar ke anak muda untuk mengenalkan bahwa masih ada loh komunitas seperti ini,” tambahnya.
Penampilan sejumlah band dan musisi lokal membuat RSD semakin ramai dan menghibur, di antaranya ada; Dadlight Band, Papadaan Band, The Legend Band, Band KPMRM, Alunna Band, Bayang Segara & Friend, Rockers Berbahaya tahun 90-an, Harmony Band, Blues Band, Locasoul Senandika Gempita, Rock Night, Pesawat Tempur dan Wasaka Hip-Hop.
Kegiatan RSD juga menarik perhatian remaja yang notabene anak-anak kelahiran tahun 2000an yang support dengan rilisan fisik. Seperti yang diungkapkan— Gina dan Ismi, melalui wawancara yang dilakukan bersama tim Wetland Square.






“Tau event ini dari instagramnya Wetland Square. Tertarik karena dulu emang suka kaset-kaset analog, terus kebetulan ada disini,” ucap mereka.
Berbeda dengan pengunjung lainnya—Syaukani, yang mendapat rekomendasi dari temannya terkait event RSD dan juga merupakan kali pertama berkunjung ke Wetland Square. “Biasanya tau event Wetland Square hanya diisi oleh komunitas tertentu, maka dari itu harapan ke depannya semoga lebih banyak event lain yang diadakan untuk menarik minat pengunjung datang ke Wetland Square soalnya ternyata tempatnya juga enak,” ucapnya.


0 Comments