Deprecated: Creation of dynamic property ET_Builder_Module_Comments::$et_pb_unique_comments_module_class is deprecated in /home/wetlands/public_html/wp-content/themes/Divi/includes/builder/class-et-builder-element.php on line 1425

Pop Kultur Jejepangan dan Perkembangannya di antara Anak Muda Kalimantan

by | Feb 6, 2023 | Event | 0 comments

Kegemaran terhadap popkultur Jepang seperti anime dan manga, atau yang biasa kita sebut sebagai ‘Jejepangan’ – telah menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari dalam budaya kehidupan modern anak muda. Berbeda dengan dahulu ketika menyukai hal Jejepangan biasa disebut ‘nerdy’ ataupun aneh oleh masyarakat umum, kini budaya Jejepangan juga mulai diterima oleh khalayak umum sebagai suatu hobi dan/atau lifestyle yang dapat diterima. Hal ini menyebabkan kultur Jejepangan menjadi semakin diperhatikan dan bukan dianggap sebagai hobi ‘anak-anak kutu buku’ atau ‘anak rumahan’. Seringkali anak muda sekarang sedikit banyak mengetahui bagian-bagian dari kultur Jejepangan, biasanya seperti anime trending di TikTok, yang platformnya turut berkontribusi besar pada persebaran ini, atau komik-komik yang memang sudah memiliki popularitas tinggi sejak lama seperti One Piece, Naruto, Boku no Hero Academia, Bleach, Attack on Titan, dan sebagainya.

Higuchi Madoka (THE IDOLM@STER™& ©Bandai Namco Entertainment Inc.) – Perwaifuan (menyukai karakter cantik di anime) juga menjadi salah satu inti utama kultur Jejepangan Indonesia.

Bisa dibilang, pop kultur Jejepangan Indonesia saat ini telah mencapai titik yang bisa dibilang sangat makmur dan berpotensi tinggi. Kini budaya Jejepangan telah berkembang cukup besar dan cukup dewasa untuk memiliki pasar yang mumpuni, sehingga berdampak pada semakin meningkatnya perhatian para pemerhati, pegiat, dan pebisnis Jejepangan regional, nasional, maupun Internasional. Dahulu, komunitas Jejepangan Indonesia masih sangat kecil dan secara mayoritas masih terkungkung sebagai konsumen saja. Saat ini, Jejepangan Indonesia sudah mulai bisa berdiri sendiri. Sebagai contoh Indonesia memiliki Comic Frontier di Jakarta. Comic Frontier ini sendiri adalah sebuah event pasar komik, anime, dan manga terbesar di seluruh Indonesia, dengan pengunjung yang mencapai lebih dari 60,000 orang dan diikuti oleh lebih dari 600 circle pegiat karya independen lokal. Comic Frontier telah berhasil mengangkat kredibilitas serta menyokong jam terbang kreasi dari pegiat karya lokal, dan kini telah menjadi salah satu inti utama dari kultur Jejepangan di Indonesia. Selain itu, cosplayer dari Indonesia juga sering menjadi langganan podium dalam World Cosplay Summit, sebuah kompetisi Cosplay dalam skala Internasional. Kualitas pegiat karya kita telah mampu bersanding dengan negara lain, seperti Malaysia, Amerika Serikat, RRC, dan Jepang sendiri. Korporat-korporat internasional seperti AKB48Group, hololive, Netflix, BStation, Square Enix, dan ReedPop (pemilik New York Comic Con) pun juga telah mulai menjalankan berbagai program kegiatan dan fasilitas yang turut mengikut-sertakan Indonesia. Banyak sekali contoh venture dan juga upaya yang bisa dijadikan bukti untuk hal ini, mulai dari hal kecil seperti adanya subtitle Bahasa Indonesia untuk anime dalam streaming service mereka, sampai adanya cabang Indonesia dari beberapa agensi idol/vtuber Internasional yang menggunakan talenta tanah air. Ini membuktikan bahwa Indonesia telah memiliki pangsa pasar yang cukup besar untuk komoditas pop kultur Jepang untuk mendapatkan perhatian serta upaya bisnis yang spesifik dijalankan untuk Indonesia.

Comic Frontier 16 – Comic Frontier bisa dibilang telah menjadi metropolitan Jejepangan Indonesia di mana semua kultur Jejepangan yang ada bercampur menjadi satu.

Dalam skala nasional dan di ibukota Jakarta, Indonesia telah memiliki kemajuan yang jelas di bidang pasar popkultur Jepang, namun fenomena ini masih belum merata di daerah-daerah lainnya. Masih ada ketimpangan dalam pemahaman dan juga perilaku dalam komunitas Jejepangan antara pusat dan pulau-pulau lainnya. Hal ini menyebabkan banyak budaya Jejepangan yang dalam level Nasional sudah umum dipahami dan dilakukan, namun masih menjadi hal baru bagi konsumsi regional. Sebagai contoh, di Kalimantan kini ada event bernama COMECORA dan KOMIKAL sebagai jawaban dari ketidakadaannya bentuk acara seperti Comic Frontier di Jakarta, namun kedua event ini masih menjadi suatu hal yang baru dan masih membutuhkan waktu untuk bisa menjadi bagian inti dalam Jejepangan Kalimantan selayaknya Comic Frontier bagi Jejepangan nasional. Diseminasi kultur dan informasi yang tidak merata menyebabkan masing-masing daerah memiliki kultur Jejepangannya sendiri, yang dalam banyak aspeknya masih tertinggal dari kultur Jejepangan ibukota yang sudah mulai diakui secara Internasional. Ini bahkan berdampak pada hal-hal kecil seperti bagaimana komunitas menyikapi aturan-aturan dalam event, tata krama dalam berinteraksi dengan cosplayer, pemahaman terkait hak cipta, cara mengkonsumsi media, serta pemahaman informasi terkait Jejepangan yang diterima.

Tentu saja bukan berarti kultur Jejepangan di Kalimantan lantas menjadi inferior, karena sudah banyak bukti bahwa Jejepangan Kalimantan pun kini sudah mulai naik dan menyamai tingkatan yang berlaku di skala nasional. Yang dibutuhkan oleh komunitas Jejepangan Kalimantan saat ini adalah kesadaran penuh bahwa ada beberapa bagian dalam komunitas kita yang sebenarnya patut kita introspeksi. Tidak baik jika kita lebih fokus terhadap hal-hal yang buruk seperti ‘drama’ antar individu ataupun antar komunitas. Akan lebih baik jika kita bersama-sama berdiskusi tentang hobi atau kesukaan yang kita miliki, kemudian membangun sesuatu dari situ.

Mungkin jika anda dan teman-teman memahami cosplay, anda bisa membuat sebuah workshop untuk mengajari cosplayer baru tentang costume making atau photoshoot;

Mungkin jika anda dan teman-teman suka menggambar, anda bisa mulai membuat doujin circle dan turun di KOMIKAL atau COMECORA;

Mungkin jika anda ingin turut berkontribusi dalam event Jejepangan, anda bisa mulai mencari-cari lowongan volunteer dan belajar tentang berorganisasi dengan sopan dan bijak;

Mungkin jika anda suka musik Jejepangan, anda bisa mulai mengikuti mata acara menyanyi atau membuat band Jejepangan; Mungkin anda lah Kessoku Band yang sesungguhnya.

Mungkin jika anda hanya ingin menjadi penikmat saja, anda bisa mulai untuk menjauhkan pikiran dan perhatian anda dari drama yang tidak perlu dan berfokus pada menjadi penikmat saja.

Alangkah baiknya jika dalam 5 tahun ke depan, Jejepangan Kalimantan bisa mulai diakui sebagai salah satu bentuk Jejepangan yang bisa dibanggakan oleh kita sendiri. Jejepangan Kalimantan sudah ada sejak lama, tapi kita masih belum juga mencapai kedewasaan ataupun kemajuan yang seharusnya sudah kita miliki sejak lama. Maka dari itu, kita bisa coba memulai dari diri sendiri dan tongkrongan masing-masing untuk mencapai kedewasaan serta kemajuan tersebut.

Penulis: Leonardo Ganal Prakoso

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *