Deprecated: Creation of dynamic property ET_Builder_Module_Comments::$et_pb_unique_comments_module_class is deprecated in /home/wetlands/public_html/wp-content/themes/Divi/includes/builder/class-et-builder-element.php on line 1425

Film Komedi Banjar Karya Anak Banua “Sial Amat” Tampil di Wetland Square

by | May 14, 2025 | Headline | 0 comments

Film lokal berbahasa Banjar bertajuk “Sial Amat” berhasil menarik perhatian penonton saat penayangan perdananya dalam acara nonton bareng yang digelar komunitas broadcasting FISIP ULM Banjarmasin Lab Art Communication bersama Alemo Films.

Karya original dari anak Banua, yang kurang lebih memakan waktu 8 bulan dalam pra hingga pasca produksinya ini, mengangkat isu hangat judi online dan dipadukan dengan realitas sehari-hari serta dibungkus dengan humor.

Menceritakan tentang tokoh utama yang bernama Amat yang berprofesi sebagai ojek online dengan berbagai cerita kesehariannya serta masalah yang dihadapinya. Walaupun disebut Film komedi, cerita ini tidak hanya menghibur, namun pastinya tetap mengandung pesan moral yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini terutama generasi muda.

Muhammad Aribbillah, sebagai penulis skenario dan sekaligus sutradara mengungkapkan bahwa motivasinya dalam menulis cerita “Sial Amat” ini muncul ketika ia melihat pekerjaan ojek online yang bertemu banyak karakteristik dan cerita-cerita lucu dari penumpangnya.

“Juga belum banyak di Banjarmasin khususnya yang membuat film bertema ojek online dengan menggunakan style komedi ala Jakarta tetapi tetap menggunakan bahasa Banjar, dalam cerita ini juga tokoh utama yaitu Amat sebagai ojek online tertimpa masalah besar karena judi online, hal itu didasari dari banyaknya kasus judi online saat ini, dan harapannya bisa menjadi renungan bagi pemain judol di luar sana,” ujar Muhammad Aribbilah.

“Nah kenapa ada genre komedi sosial dan kenapa mengambil berbahasa Banjar, karena ini menurut ulun pertama kali di Banjarmasin kita mengambil genre yang seperti ada di Jawa. Jadi saya ingin berkomitmen untuk orang Banjar pun bisa membuat (film) komedi yang berbahasa Banjar” tambah Muhammad Rafi Wahidiarto selaku ketua pelaksana/produser film Sial Amat.

Film ini juga sangat mengutamakan untuk menampilkan daerah-daerah yang ada di Banjarmasin dalam proses syutingnya, seperti Sungai Jingah, Jalan Mulawarman, taman Kamboja, dan berbagai lokasi lainnya dengan total 20 lokasi. Tentunya dari proses ini juga menghadapi tantangan, terutama cuaca, karena banyaknya adegan yang memerlukan pencahayaan dari matahari langsung. Proses panjang dari kolaborasi antara Lab Art Communications FISIP ULM dan Alemo Films dalam produksi film ini tentu sangat menggambarkan semangat untuk meningkatkan kualitas film lokal dengan melibatkan banyak pihak.

Film “ Sial Amat” diharapkan dapat menjadi kontribusi positif bagi industri film lokal dan memberikan warna baru dalam genre komedi, terutama dengan sentuhan budaya Banjar yang kental.

Dilansir dari postingan megapolis.id

0 Comments