Deprecated: Creation of dynamic property ET_Builder_Module_Comments::$et_pb_unique_comments_module_class is deprecated in /home/wetlands/public_html/wp-content/themes/Divi/includes/builder/class-et-builder-element.php on line 1425

Lawatan Nusaraya – Kolaborasi Lintas Budaya Jawa dan Banjar

by | Sep 24, 2024 | Headline | 0 comments

Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Lawatan Nusaraya di Wetland Square Banjarmasin. Pembukaan dilakukan pada Kamis (19/09/24), sementara pameran berlangsung sampai tanggal 22 September 2024. Lawatan Nusaraya adalah etos dari Yogyakarta untuk merajut kebhinekaan berbasis budaya.

Pameran Lawatan Nusaraya menampilkan beberapa mozaik sejarah dan keterhubungan antara Yogyakarta dan Banjarmasin. Selain Kota Seribu Sungai, Lawatan Nusaraya juga digelar di Palembang, Bali dan Semarang.

Pameran Lawatan Nusaraya di Banjarmasin dibuka oleh Kepala Dinas kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti, didampingi Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Ormas, Badan Kesbangpol Kota Banjarmasin Zulfaisal Putera.

Yetti Martanti menyebut cerita yang dipilih pada pameran Lawatan Nusaraya keempat yaitu irisan Banjar-Jawa sebagai bentuk akulturasi sosial. Ia ingin menegaskan bahwa Yogyakarta menyambut baik keberagaman dalam kebhinekaan.

“Banjar-Jawa adalah hubungan tanpa batas antara entitas dan kesukuan di Yogyakarta. Kedua entitas yang mempresentasikan kontekstual sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia,” ungkap Yetti Martanti.

Sementara itu, kurator pameran, Fajar Wijanarko menjelaskan bahwa Lawatan Nusaraya hadir dari kegelisahan terhadap isu-isu budaya yang terpinggirkan oleh proses perubahan zaman.

“Kisah Banjar-Jawa sebagai bagian dari kelestarian sejarah dalam memori kolektif masyarakat Banjar menjadi titik tumpu untuk melihat bagaiaman Kota Jogja dan Kota Banjarmasin sudah lama terhubung. Aspek sederhana dengan mempertontonkan relasi sosial yang dibangun oleh sebuah marga menjadi bukti bahwa maritim bukan menjadi pemisah, melainkan jembatan yang mempersatukan Nusaraya,” jelas Fajar Wijanarko.

Berawal pada 2022, Lawatan Nusaraya membidik relasi sosial-budaya yang banyak dicampur-aduki dengan hubungan politik dari daerah administratif di Indonesia. Perjalanan untuk menjaga api kelestarian budaya yang acapkali berhubungan dengan indeks pembangunan kebudayaan diupayakan melalui Lawatan Nusaraya yang berkelanjutan.

“Lawatan Nusaraya selanjutnya menjelma menjadi jarum-jarum pemintal untuk merealisasikan dari Sabang sampai Merauke agar dapat sambung-menyambung menjadi satu,” tukas Fajar.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *