Komunitas yang berkembang harus mampu menciptakan lingkungan yang inklusif, dimana setiap individu merasa dihargai dan diterima. Keberagaman, baik dari segi budaya, latar belakang, maupun ide, adalah kekuatan yang memperkaya perspektif dan pendekatan dalam memecahkan masalah. Semakin inklusif suatu komunitas, semakin besar potensi untuk inovasi dan kreativitas.
Salah satu wadah yang mendukung untuk menumbuhkan inovasi dan kreativitas (komunitas) anak muda banua ialah Wetland Square. Pada tanggal 21 hingga 22 November, Wetland Square mengadakan sebuah event bernama Creative Movement Day yang isinya merupakan kolaborasi beberapa komunitas lokal untuk berkarya.
Creative Movement Day terbentuk atas dasar inisiasi unit-unit di bawah naungan Yayasan Hasnur Centre bersama komunitas-komunitas di Banua untuk mendukung dan berdampak pada kreativitas, mengembangkan komunitas, dan mendukung entrepreneur muda.



Kemudian, apa saja yang ada di Creative Movement Day? Didalamnya terdapat berbagai aktivitas seperti sesi Mind Matters bertema “Being Youth in 4.0 Era; Sandwich Generation, Quarter Life Crisis, Work Life Balance”, Talkshow bersama Psikolog, Community Showcase & Gathering; Mural (Kune Mulya) live art show, Brndrnx Motorcycle show, Stand-up Banjarmasin & Banjarbaru community, DJ & B-Boy show, Ikatan Pelukis Kalimantan Selatan, Short Film show by Forum Sineas Banua, Ecoprint class by Garis Karsa, Kantan Sasirangan, at demajors Banjarmasin, dan SORT Connection.




Selanjutnya, turut meramaikan event tersebut terdapat berbagai Live Music serta penampilan band-band lokal seperti Si Madhava, Pesawat Tempur, GILAS, Six5Official, Parang Death, Deeptalks, dan Mcult.
Momen Creative Movement Day ini tidak luput menjadi perhatian dari salah satu sosok inspiratif Banua, Bapak Hasnuryadi Sulaiman. Beliau turut hadir di dua hari pada saat Creative Movement Day berlangsung.
“Kami tentunya sangat mengapreasi dan berbangga hati bahwasanya generasi muda kita daya kreativitasnya sangat tinggi dan juga bakat seninya, olahraga, apa saja tentang kreativitas luar biasa”, ujar Hasnuryadi.

Selain itu, beliau juga berpesan bahwa seorang pemimpin harus bisa mendahulukan kepentingan masyarakat, dan kepentingan itu diatas kepentingan pribadi.
“Suatu saat, apabila diberikan amanat untuk jadi pemimpin, minimal pemimpin dalam keluarga, satu karakter yang harus kita tanamkan adalah dahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan kita pribadi. Bahagiakan dulu orang-orang, baru kita bahagia. Kita berharap pemimpin masa depan adalah pemimpin yang selalu mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan,” ungkap Hasnuryadi.
Creative Movement Day sukses dilaksanakan dengan mengundang berbagai komunitas lokal yang ada. Harapannya adalah event ini dapat menyatukan setiap kalangan dan memberikan ruang kepada mereka untuk berkreasi, serta memberikan exposure kepada para pemangku kepentingan untuk lebih bisa bersinergi.


0 Comments