Dalam beberapa tahun terakhir, para pemuda Indonesia semakin aktif berpartisipasi dalam merespons berbagai kondisi sosial, politik, dan budaya di sekitar mereka. Namun, di tengah gerakan positif tersebut muncul tantangan baru berupa pergeseran nilai dan budaya kepemimpinan yang kerap terlihat di ruang publik. Fenomena ini menyadarkan para pemuda, bahwa diperlukannya regenerasi pemimpin bangsa dengan arah dan fondasi yang lebih kuat.
Pada Kamis (6/11) Pemuda Bakti Banua yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan pengembangan masyarakat menghadirkan Future Maker dengan tema “Membangun Identitas Pemimpin Masa Depan, is That You?”. Forum ini adalah ruang bagi generasi muda untuk berbagi gagasan dan inspirasi tentang kepemimpinan masa depan serta merupakan kolaborasi antara Yayasan Hasnur Centre, The New You Institute (TNYI), dan Distrik Berisik yang menghadirkan para pembicara inspiratif dari berbagai bidang. Agenda ini dimulai dengan Burning Session, sesi yang menyoroti keresahan dan aspirasi remaja lokal. Sesi ini diwakili oleh Noor Hafizah yang merupakan anggota Pemuda Parlemen Indonesia dan Wawan Prasetyo selaku Koordinator Pemuda Bakti Banua.



Sementara itu, pada Core Session menghadirkan para pembicara inspiratif dari berbagai organisasi. Salah satunya adalah Bapak Zulfikar Alimuddin selaku Direktur Eksekutif Yayasan Hasnur Centre yang dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia dan leadership. Kemudian, dari The New You Institute menghadirkan Mharta Adji Wardana selaku Learning Facilitator Expert dan Luthfi Octafian sebagai Culture Researcher, keduanya aktif dalam pengembangan kapasitas diri dan penelitian budaya. Sedangkan, dari Distrik Berisik, menghadirkan Rian Fahardhi selaku founder sekaligus penggagas Sekolah Tanah Air yang konsisten dalam advokasi serta penguatan kepemudaan berbasis komunitas.
Melalui forum ini, para peserta diajak memahami bagaimana menjadi pemimpin perubahan (change agent) sekaligus menekankan pentingnya mempersiapkan kualitas generasi muda sejak dini. Mereka juga diajak untuk mengasah kapasitas, empati, dan visi yang jelas agar mampu menjadi pemimpin yang membawa good practice bagi masyarakat melalui tindakan nyata. Kegiatan ini menjadi semacam refreshment sekaligus pengingat agar para pemuda siap mengambil peran dengan karakter dan pola pikir yang kuat.
“Pada akhirnya, tongkat estafet kepemimpinan harus dilanjutkan oleh anak muda. Kegiatan ini menjadi semacam refreshment sekaligus pengingat agar pemuda siap mengambil peran dengan karakter dan pola pikir yang kuat.” Ungkap Ardi Setiawan selaku Ketua Panitia Future Maker, Jumat (7/11).
Acara ini berlangsung di Multi Purpose Hall Wetland Square, ruang kreatif yang menjadi pusat kegiatan komunitas di Kota Banjarmasin. Pemilihan Wetland Square dinilai tepat karena mampu mendukung forum diskusi dengan fasilitas lengkap seperti proyektor, big screen, microphone, dan sound system yang mumpuni, serta area yang luas dan nyaman. Venue ini dapat menampung sekitar 200 peserta muda yang aktif berdiskusi dan berkolaborasi selama kegiatan berlangsung. Melalui penyelenggaraan di Wetland Square, Future Maker menegaskan peran tempat ini sebagai hub kreatif dan edukatif bagi komunitas lokal. Wetland Square bukan sekadar venue acara, tetapi juga ruang yang mendukung lahirnya pemimpin muda dengan visi kuat, semangat kolaboratif, dan tekad membangun Banua menuju masa depan yang lebih baik.
Sedang mencari venue seminar di Banjarmasin dengan fasilitas lengkap?
Temukan solusi ruang acara terbaik di Wetland Square, pilihan ideal untuk seminar, workshop, maupun event komunitas. Silakan hubungi tim kami melalui Instagram @wetlandsquare dan wujudkan acara terbaikmu di ruang yang mendukung kreativitas dan kolaborasi generasi masa depan.


0 Comments